Game Online Terbaru -Mantan pemain Pelatnas, Tommy Sugiarto yang kini berada di bawah bendera PBSI DKI Jakarta akhirnya berhasil menembus partai puncak Djarum Sirkuit Nasional Bulutangkis 2010 Regional IX Yonex Sunrise Bali Open 2010
Game Terbaru - Di semifinal Tommy yang kali ini diunggulkan di urutan 5/8 berhasil menghentikan langkah favorit juara, Fauzi Adnan. Di game pertama Tommy langsung melesat jauh untuk unggul 11-4 di interval, permainan cepatnya membuat juara Djarum Sirnas Manado itu kewalahan, ia semakin unggul jauh 14-7.
Tapi kemudian, Tommy malah terkunci di angka 14 dan kehilangan 6 angka berturut-turut hingga hanya selisih satu poin, 14-13. Tak mau terus di kunci Tommy pun tak henti-hentinya memberikan tekanan dan melesat ke angka 18, sampai akhirnya menutup game pertama ini dengan 21-16.
Game kedua tak jauh berbeda, Fauzi sepertinya tak berhasil untuk mengeluarkan diri dari tekanan Tommy. Putra pebulutangkis, Icuk Sugiarto itu pun memimpin 10-4. Namun dua kali ia gagal menyeberangkan bola hingga angka pun hanya selisih tipis, 11-8. Setelah interval, lagi-lagi Fauzi melakukan banyak kesalahan dan tentu saja hal ini sangat menguntungkan Tommy, dan membuatnya memimpin 18-11 sebelum membeli tiket final dengan 21-15 di penghujung pertandingan.
“Siapa yang lebih siap, dia pasti yang menang, dan mungkin tadi Fauzi terlalu banyak melakukan kesalahan sendiri,” jelas Tommy.
Tommy yang memilih untuk mengundurkan diri dari Pelatnas pada bulan Juni lalu akan menantang atlet muda yang dimiliki PB Djarum, Riyanto Subagja di laga puncak. Riyanto berhasil lolos setelah menundukkan seniornya, Andreas Adityawarman dengan dua game langsung 21-18 dan 21-17.
Pertemuan ini akan menjadi pertemuan pertama mereka. Keduanya pun tak mau saling sesumbar. Tommy mengungkapkan bahwa pertemuannya pada laga puncak nanti akan menjadi pertandingan yang menarik. “Kesempatan masih 50-50 yang penting nanti saya bisa fokus saat pertandingan,” lanjut Tommy.
Sedangkan Riyanto sendiri mengakui tak ada beban untuk final nanti, apalagi ini merupakan final pertamanya sejak dia naik kelas dari kelas dibawah 19 tahun ke kelas dewasa. “Besok yang penting main bagus aja, ga ada beban, main lepas aja,” papar Riyanto.
Game Terbaru - Di semifinal Tommy yang kali ini diunggulkan di urutan 5/8 berhasil menghentikan langkah favorit juara, Fauzi Adnan. Di game pertama Tommy langsung melesat jauh untuk unggul 11-4 di interval, permainan cepatnya membuat juara Djarum Sirnas Manado itu kewalahan, ia semakin unggul jauh 14-7.
Tapi kemudian, Tommy malah terkunci di angka 14 dan kehilangan 6 angka berturut-turut hingga hanya selisih satu poin, 14-13. Tak mau terus di kunci Tommy pun tak henti-hentinya memberikan tekanan dan melesat ke angka 18, sampai akhirnya menutup game pertama ini dengan 21-16.
Game kedua tak jauh berbeda, Fauzi sepertinya tak berhasil untuk mengeluarkan diri dari tekanan Tommy. Putra pebulutangkis, Icuk Sugiarto itu pun memimpin 10-4. Namun dua kali ia gagal menyeberangkan bola hingga angka pun hanya selisih tipis, 11-8. Setelah interval, lagi-lagi Fauzi melakukan banyak kesalahan dan tentu saja hal ini sangat menguntungkan Tommy, dan membuatnya memimpin 18-11 sebelum membeli tiket final dengan 21-15 di penghujung pertandingan.
“Siapa yang lebih siap, dia pasti yang menang, dan mungkin tadi Fauzi terlalu banyak melakukan kesalahan sendiri,” jelas Tommy.
Tommy yang memilih untuk mengundurkan diri dari Pelatnas pada bulan Juni lalu akan menantang atlet muda yang dimiliki PB Djarum, Riyanto Subagja di laga puncak. Riyanto berhasil lolos setelah menundukkan seniornya, Andreas Adityawarman dengan dua game langsung 21-18 dan 21-17.
Pertemuan ini akan menjadi pertemuan pertama mereka. Keduanya pun tak mau saling sesumbar. Tommy mengungkapkan bahwa pertemuannya pada laga puncak nanti akan menjadi pertandingan yang menarik. “Kesempatan masih 50-50 yang penting nanti saya bisa fokus saat pertandingan,” lanjut Tommy.
Sedangkan Riyanto sendiri mengakui tak ada beban untuk final nanti, apalagi ini merupakan final pertamanya sejak dia naik kelas dari kelas dibawah 19 tahun ke kelas dewasa. “Besok yang penting main bagus aja, ga ada beban, main lepas aja,” papar Riyanto.
No comments:
Post a Comment